Game Design

Apakah Produk atau Usaha Saya Butuh Gamifikasi?

By Febndy Kwik •
4 min read

Di era digital ini, game menjadi bagian yang signifikan dalam kehidupan manusia dari segala umur dan latar belakang. Belakangan ini juga muncul istilah gamifikasi yang sering disematkan pada berbagai macam konteks. Rumornya dengan gamifikasi, kinerja suatu perusahaan atau produk digital bisa meningkat. Apa sebenarnya gamifikasi? Apakah usaha saya memerlukan gamifikasi? Bagaimana usaha saya yang konvensional bisa mendapatkan manfaat dari gamifikasi?


Apa itu Gamifikasi?

Gamifikasi bukan game. Ini hal pertama yang harus dipahami. Gamifikasi adalah membuat suatu sistem seolah-olah seperti game dengan menerapkan elemen dan prinsip merancang game kedalamnya. Anda mungkin pernah melihat poin loyalitas pelanggan, sistem level anggota, badge pencapaian, leaderboard penjualan, atau streak belajar pada aplikasi seperti Duolingo. Semua itu adalah contoh gamifikasi. Tujuan utama dari gamifikasi adalah membuat pengguna atau pelanggan melakukan hal yang kita inginkan tanpa paksaan melainkan dengan membuat proses tersebut menjadi menyenangkan. Anggaplah gamifikasi seperti bumbu yang ditaburkan pada sistem anda, maka terlalu banyak gamifikasi juga tidak menjadi solusi yang tepat. Anda harus memastikan gamifikasi tidak malah menjadi gangguan dalam menggunakan produk atau jasa Anda.


Bagaimana Gamifikasi Bisa Diterapkan Pada Usaha Saya?

Sebelum terburu-buru menambahkan leaderboard atau sistem poin pada aplikasi Anda, pahami dulu masalah apa yang Anda ingin selesaikan dengan gamifikasi. Pahami juga gamifikasi tidak harus selalu diterapkan pada aplikasi digital. Anda bisa menerapkan gamifikasi pada SOP perusahaan Anda dan mendapatkan manfaat yang serupa. Gamifikasi bertujuan membantu pengguna mencapai perilaku yang diinginkan dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. 


Cara paling mudah untuk melakukan ini biasanya dengan menambahkan hadiah atau imbalan eksternal pada sistem Anda. Contoh, jika anda membuat sistem poin atau leaderboard yang dapat dikumpulkan oleh karyawan anda selama bekerja, yang nantinya dapat ditukarkan menjadi hadiah di akhir tahun, atau karyawan dengan poin tertinggi akan mendapatkan hadiah di akhir tahun. Hal ini sudah dapat disebut sebagai gamifikasi yang sangat sederhana. Sistem ini juga dapat diterapkan untuk membuat pelanggan bertransaksi lebih banyak dengan sistem poin undian, cashback atau hadiah pasti jika mereka mencapai total nilai transaksi tertentu. Bahkan kartu stempel pada kedai kopi yang memberikan satu minuman gratis setelah pembelian tertentu juga merupakan bentuk gamifikasi yang sangat sederhana. 


Beberapa penerapan yang lebih modern, memberikan pengguna kegiatan atau mini game yang dapat mereka mainkan yang lagi-lagi bisa menghasilkan hadiah tertentu. Hal ini membutuhkan investasi lebih besar karena perlu dibuatkan suatu permainan yang menarik dan perusahaan masih harus memberikan hadiah di akhir, walaupun biasanya hadiahnya tidak bernilai terlalu tinggi. 


Namun gamifikasi tidak selalu harus berupa hadiah. Banyak bentuk gamifikasi yang lebih sederhana seperti menunjukkan progres pengguna, memberikan target yang jelas, menampilkan pencapaian, atau memecah proses yang rumit menjadi beberapa langkah kecil yang mudah diselesaikan. Dalam banyak kasus, pendekatan seperti ini justru lebih efektif daripada sekadar memberikan hadiah. 


Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering terdistraksi oleh berbagai hal sehingga kehilangan arah atau motivasi. Jika aplikasi atau sistem Anda dapat memperlihatkan tujuan yang jelas serta perkembangan yang telah dicapai, pengguna akan lebih mudah menentukan langkah berikutnya. Oleh karena itu, menampilkan target, progress bar, tingkat pencapaian, atau tahapan perkembangan juga dapat menjadi bentuk gamifikasi yang efektif untuk meningkatkan motivasi. 


Beberapa teknik gamifikasi lain yang populer antara lain koleksi, interaksi sosial dan eksplorasi. Secara alami manusia suka mengkoleksi sesuatu, maka bisa saja Anda memberikan hal yang dapat dikoleksi yang tidak harus bernilai finansial besar, tetapi memberikan target untuk pengguna atau karyawan melengkapi koleksi tersebut. Interaksi sosial seperti bertukar hadiah, kolaborasi antar divisi atau sistem rujukan (referral) juga bisa menjadi insentif yang memotivasi. Keinginan untuk eksplorasi juga dapat dimanfaatkan dengan memberikan pengguna tugas untuk membuka fitur, informasi, atau pengalaman baru secara bertahap seiring penggunaan sistem. 


Gamifikasi Tidak Akan Membantu Anda Dalam Kondisi Ini

Gamifikasi adalah penambahan yang bisa membuat aplikasi atau sistem Anda menjadi lebih efektif, namun bukan merupakan solusi yang tepat jika produk atau sistem yang Anda miliki belum berjalan dengan baik. Misalkan, jika Anda membuat aplikasi yang tidak menyelesaikan masalah pengguna Anda, atau aplikasi Anda tidak memiliki nilai jual unik (Unique Selling Point) dibandingkan produk saingan Anda, maka gamifikasi tidak akan membantu Anda meningkatkan penjualan.


Contoh lain misalkan, Anda ingin meningkatkan jumlah pengguna atau durasi penggunaan aplikasi Anda, tetapi masalah utamanya sebenarnya ada pada kemudahan menggunakan aplikasi Anda. Dalam hal ini, menambahkan fitur gamifikasi justru akan memperburuk keadaan. Untuk itu Anda perlu memastikan aplikasi Anda sudah dirancang dengan baik, mudah digunakan dan dipahami sebelum menambahkan fitur gamifikasi untuk meningkatkan retensi penggunaan.


Untuk penerapan pada sistem SOP, pastikan proses gamifikasi tidak mendistraksi karyawan Anda sehingga justru menimbulkan persaingan tidak sehat atau mempersulit proses kerja. Biasanya hal ini terjadi jika hadiah yang ditawarkan bernilai terlalu besar. Jadi Anda perlu menyeimbangkan hadiah yang ditawarkan agar tetap menarik tapi tidak menjadi fokus utama bagi karyawan Anda. Tapi perlu tetap diingat, gamifikasi tidak harus selalu dalam bentuk pemberian hadiah.


Konklusi

Secara umum, gamifikasi paling cocok digunakan ketika Anda ingin mendorong perilaku yang dilakukan secara berulang. Misalkan meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan, mendorong penyelesaian pelatihan karyawan, meningkatkan penggunaan fitur tertentu pada aplikasi, atau membantu pengguna membangun kebiasaan baru. Jika tujuan Anda adalah mengubah perilaku atau meningkatkan keterlibatan pengguna dalam jangka panjang, maka gamifikasi layak untuk dipertimbangkan. 


Seperti yang saya katakan di awal artikel ini, pahami dulu masalah yang ingin Anda selesaikan, atau perilaku yang ingin diubah sebelum Anda menentukan gamifikasi apa yang harus diterapkan. Bahkan jika Anda akan mempekerjakan vendor professional untuk membantu penerapan gamifikasi, hal ini adalah hal pertama yang akan ditanyakan oleh mereka. Pastikan juga aplikasi atau alur kerja perusahaan Anda sudah cukup matang tanpa gamifikasi. Jika masih ada permasalahan yang bisa diselesaikan tanpa gamifikasi, terapkan terlebih dahulu perbaikan tersebut. Setelah itu, jika hasil masih dirasa kurang optimal, maka gamifikasi bisa membantu Anda melangkah ke level lebih lanjut

CONTACT US

Location

Jl. Gandaria III No.2, RT.7/RW.1, Kramat Pela, Kec. Kby.Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130

Phone +62 898-8283-842 Time

Monday - Friday: 10:00 - 18:00

Closed on: Saturday, Sunday and Indonesian Public Holiday