Technology Tips

Mungkin yang Bisnis Anda Butuh Bukan AI?

Oleh Febndy Kwik •
5 menit waktu baca

Belakangan ini hampir setiap perusahaan berlomba-lomba menambahkan fitur AI pada produk mereka atau mengimplementasi AI pada alur bisnis mereka. Seolah-olah tanpa AI, sebuah aplikasi atau bisnis sudah ketinggalan zaman. Padahal dalam banyak kasus, AI bukanlah masalah yang paling mendesak untuk diselesaikan. Sebagai praktisi IT dan pemilik software house, bisa dipastikan saya tidak anti AI. Bahkan saya berpendapat bahwa AI tidak akan dapat dibendung, dan pada akhirnya kita semua harus beradaptasi dalam dunia yang dipenuhi dengan AI. Namun untuk perkara bisnis, sebelum berpikir tentang AI, ada pertanyaan yang lebih penting untuk dijawab. Apakah proses bisnis Anda sudah memiliki SOP yang baik? Setelah memiliki SOP yang baik, apakah proses bisnis Anda sudah terdigitalisasi dengan baik? Jika kedua hal tersebut belum terselesaikan, maka kemungkinan besar AI yang anda pikir saat ini tidak akan banyak membantu. Dalam artikel ini kita akan membahas kapan AI benar-benar dapat membantu bisnis Anda, kapan AI justru belum diperlukan, dan langkah apa yang sebaiknya diprioritaskan sebelum mulai mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis.


Apa yang Dimaksud dengan AI?

Ketika kita membicarakan AI belakangan ini, pasti yang terlintas dalam pikiran Anda adalah produk seperti ChatGPT, Gemini atau Claude. Produk tersebut merupakan jenis AI yang disebut sebagai LLM atau Large Language Model. Namun terkadang, beberapa orang yang tidak banyak menyelami dunia IT kadang berpikir AI adalah alat ajaib yang bisa menjawab segala pertanyaan dan menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi. Padahal, dalam konteks operasional bisnis, AI adalah sistem yang dilatih menggunakan sekumpulan data dalam jumlah besar untuk mengenali pola, memprediksi hasil, atau mengotomatisasi tugas-tugas tertentu. AI bisa terlihat sangat pintar dan cepat, namun ia tetaplah sebuah mesin yang membutuhkan instruksi yang jelas dan lingkungan kerja yang terstruktur.


Untuk memahami bagaimana AI bisa dimanfaatkan secara tepat, kita perlu membedakan beberapa jenis implementasi AI yang umum digunakan di dunia bisnis. Pertama adalah Generative AI, seperti LLM yang kita bahas sebelumnya. AI jenis ini sangat luar biasa dalam menciptakan konten baru, merangkum dokumen panjang, membalas email, atau bahkan menulis kode program. Kedua adalah Predictive AI, yang berfokus pada analisis tumpukan data historis untuk meramalkan tren di masa depan. Contohnya seperti memprediksi lonjakan permintaan produk bulan depan, mengoptimalkan rute logistik, atau mendeteksi anomali penipuan (fraud) dalam transaksi keuangan. Terakhir adalah kemampuan otomatisasi cerdas (Automation), di mana AI digunakan untuk mengambil alih tugas-tugas terstruktur yang repetitif. Ini bisa mencakup pemrosesan faktur otomatis, memilah dan merutekan tiket bantuan pelanggan, hingga sinkronisasi data antar aplikasi tanpa campur tangan manusia. Memahami perbedaan ini penting agar Anda tidak salah memilih "alat" untuk "masalah" yang sedang dihadapi.


AI Tidak Akan Membantu Anda Dalam Situasi Ini

Banyak pemilik bisnis terjebak FOMO (Fear of Missing Out) dan memaksakan penggunaan AI pada pondasi bisnis yang rapuh. Perlu disadari bahwa AI tidak akan menyelamatkan bisnis Anda jika proses bisnis anda masih berantakan dan Anda belum memiliki data yang rapi.  Anda perlu memahami bahwa AI tidak bisa memperbaiki manajemen yang buruk. Jika alur kerja tim Anda masih berantakan, penggunaan AI tidak akan memperbaikinya dengan instan. Justru Anda memperkenalkan resiko baru yang bisa saja datang dari penggunaan AI. 


AI membutuhkan "makanan" berupa data. Jika pencatatan stok barang, data pelanggan, atau laporan keuangan masih tersebar di tumpukan kertas, file Excel yang tidak terstandarisasi, atau sekadar ingatan kepala divisi Anda, AI tidak akan bisa membantu Anda. Selain itu perlu dipahami juga pada beberapa bidang, interaksi dengan manusia tidak dapat digantikan. Menangani komplain dari klien prioritas (VIP) atau melakukan negosiasi bisnis tingkat tinggi adalah area di mana nuansa emosional dan empati manusia belum bisa digantikan oleh bot sepintar apa pun. Bisa jadi pelanggan memilih produk atau jasa anda karena sentuhan manusianya. Jangan sampai Anda menggantikan nilai jual utama usaha Anda karena anda menerapkan AI pada bisnis Anda.


Sebelum AI Pastikan Anda Sudah Menerapkan Ini

Sebagai software house, kami sering menerima permintaan, "Sekarang AI sedang nge-trend, apa yang bisa diimplementasikan kedalam aplikasi atau usaha saya?" Sebelum bisa menjawab, biasanya saya akan menanyakan beberapa hal berikut:


Apakah perusahaan anda sudah memiliki SOP yang jelas dan teruji? Buat standar operasional prosedur untuk setiap divisi. Siapa melakukan apa, kapan, dan bagaimana alur persetujuannya. Bisnis harus bisa berjalan mulus secara manual atau konvensional terlebih dahulu. Jika semua sudah berjalan lancar secara manual, pertanyaan berikutnya adalah apakah Anda sudah mulai melakukan digitalisasi proses bisnis Anda? Sebelum memikirkan AI, apakah Anda sudah mulai menggunakan sistem POS (Point of Sales) atau ERP (Enterprise Resource Planner) serta aplikasi pendukung lainnya? AI hidup dalam dunia digital, jika lingkungan kerja Anda belum melakukan digitalisasi, maka proses penerapan AI akan menjadi jauh lebih sulit. 


Proses digitalisasi dan penggunaan berbagai aplikasi juga perlu dipastikan sudah berjalan dengan baik. Pastikan semua data yang dimasukkan ke dalam sistem akurat dan tepat waktu. Percuma punya sistem digital jika karyawan Anda malas melakukan input data yang akurat. Pastikan seluruh tim disiplin dalam menggunakan sistem yang sudah ada. Kualitas output AI sangat bergantung pada kualitas data yang Anda miliki (Garbage in, Garbage out). Semakin banyak data yang Anda miliki, maka kinerja AI yang diterapkan akan menjadi semakin baik. Jangan harap AI bisa memberikan saran yang tepat untuk usaha Anda jika data penjualan yang Anda miliki hanya sebanyak satu bulan ke belakang.


Menariknya, meskipun penerapan AI skala penuh membutuhkan pondasi yang kuat, alat-alat AI generatif yang ada saat ini justru bisa Anda manfaatkan untuk membantu mempercepat proses persiapan tersebut. Jika Anda belum memiliki SOP, Anda bisa menggunakan AI sebagai asisten untuk menyusun draf dokumen prosedur standar dari poin-poin acak yang Anda berikan. AI juga dapat digunakan oleh tim IT Anda untuk menulis formula atau script guna membersihkan dan merapikan tumpukan data lama yang tidak terstandarisasi. Jadi, alih-alih langsung melompat pada pembuatan sistem AI bisnis yang kompleks, manfaatkanlah AI sebagai alat bantu praktis sehari-hari untuk membereskan "pekerjaan rumah" internal Anda terlebih dahulu.


Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggunakan AI

Jika pondasi bisnis Anda sudah cukup matang dan siap untuk mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja, ada beberapa aspek fundamental yang wajib menjadi pertimbangan utama. Aspek pertama dan paling krusial adalah keamanan privasi data perusahaan dan pelanggan Anda. Ketika menghubungkan sistem internal dengan layanan AI pihak ketiga, pastikan tidak ada data rahasia atau informasi sensitif yang terekspos tanpa perlindungan, enkripsi, dan kepatuhan terhadap regulasi privasi yang berlaku. 


Selain faktor keamanan, Anda juga dituntut untuk mengkalkulasi komponen biaya secara realistis. Mengembangkan, melatih, dan memelihara infrastruktur AI khusus untuk kebutuhan spesifik sebuah perusahaan seringkali membutuhkan investasi yang tidak murah, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sepadan dengan nilai efisiensi atau keuntungan yang akan didapatkan. Perlu dipahami juga, kecanggihan teknologi ini tidak lantas meniadakan peran manusia di baliknya. Anda harus selalu menerapkan pengawasan manusia yang berkelanjutan. Posisikan AI sebagai kopilot yang mempercepat proses, sementara kendali penuh dan validasi akhir keputusan-keputusan strategis tetap berada di tangan manusia.